Showing posts with label Drainase dan Sumur Resapan. Show all posts
Showing posts with label Drainase dan Sumur Resapan. Show all posts

Monday, February 27, 2012

Perda: Bangunan Tangsel Wajib Miliki Sumur Resapan


Tangerang, (tvOne)

Bagi warga Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, yang ingin mendirikan bangunan, diwajibkan membuat sumur resapan untuk menambah cadangan air bawah tanah dan mengantisipasi banjir.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangsel Edward Hasibuan di Tangsel, Senin, menjelaskan, kewajiban membuat sumur resapan tersebut tertuang dalam Perda tentang Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Sistem Drainase Sumur Resapan


Proses pembangunan kawasan perkotaan dan perumahan sungguh merupakan hal yang kontradiksi jika ditinjau dari ketersediaan air tanah dan peningkatan puncak limpasan air permukaan. Perubahan ini disebabkan oleh terjadinya penurunan imbuhan air tanah dan pertambahan pengeluaran air dari dalam tanah, sehingga mengganggu keseimbangan sistem hidrologi air bawah permukaan, dan menghasilkan penurunan paras air tanah.

Wednesday, February 22, 2012

Teknologi Konservasi Air Tanah Dengan Sumur Resapan

Teknologi Konservasi Air Tanah Dengan Sumur Resapan
ABSTRAK

Air tanah merupakan sumber air yang sangat penting bagi makhluk hidup. Air tanah tersebut tersimpan dalam lapisan yang disebut akuifer. Akuifer merupakan sumber air tanah yang sangat penting. Akuifer tersebut dapat dijumpai pada dataran pantai, daerah kaki gunung, lembah antar pegunungan, dataran aluvial dan daerah topografi karst.

Pemakaian air tanah harus mempertimbangkan faktor kelestarian air tanah, yang meliputi faktor kualitas dan kuantitas air. Salah satu cara mempertahankan kuantitas air tanah adalah dengan menerapkan sumur resapan. Keuntungan yang dapat diperoleh dari pemanfaatan sumur resapan adalah: 1. Dapat menambah jumlah air tanah. 2. Mengurangi jumlah limpasan. Infiltrasi diperlukan untuk menambah jumlah air yang masuk kedalam tanah dengan demikian maka fluktuasi muka air tanah pada waktu musim hujan dan kemarau tidak terlalu tajam.
Adanya sumur resapan akan memberikan dampak berkurangnya limpasan permukaan. Air hujan yang semula jatuh keatas permukaan genteng tidak langsung mengalir ke selokan atau halaman rumah tetapi dialirkan melalui seng terus ditampung kedalam sumur resapan. Akibat yang bisa dirasakan adalah air hujan tidak menyebar ke halanman atau selokan sehingga akan mengurangi terjadinya limpasan permukaan.
Pemasangan sumur resapan dapat dilakukan dengan model tunggal dan komunal. Maksud sumur resapan model tunggal adalah satu sumur resapan digunakan untuk satu rumah, sedangkan yang komunal satu sumur resapan digunakan secara bersama-sama untuk lebih dari satu rumah.

KATA KUNCI :  Konservasi air tanah, Akuifer, Dataran alivual, Sumur resapan
JENIS TEKNOLOGI : Teknologi Pengelolaan Air Bersih
TARGET PENGGUNAAN : Rumah Tangga, Komunal (kelompok)


SUMUR RESAPAN AIR (SRA)



1. Pembuatan Rancangan Sumur Resapan Air (SRA)

   a. Persiapan

      1.Pemilihan calon lokasi
         Pemilihan calon lokasi sesuai yang telah ditetapkan dalam Rencana Teknik
         Tahunan(RTT) yang telah disusun, dengan kriteria sebagai berikut :
         a) Daerah pemukiman padat penduduk dengan curah hujan tinggi
         b) Neraca air defisit (kebutuhan > persediaan)
         c) Aliran permukaan (run off) tinggi
         d) Vegetasi penutup tanah <30 %
         e) Rawan longsor
         f) Tanah porous

      2. Orientasi lapangan, konsultasi, pengadaan bahan dan administrasi secara teknis prosedural sama
          dengan pembuatan bangunan konservasi tanah lainnya.

Tuesday, February 21, 2012

Membuat Sumur Resapan di Pekarangan


Bangunan sumur resapan adalah salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah.

Sumur resapan berfungsi memberikan imbuhan air secara buatan dengan cara menginjeksikan air hujan ke dalam tanah. Sasaran lokasi adalah daerah peresapan air di kawasan budidaya, permukiman, perkantoran, pertokoan, industri, sarana dan prasarana olah raga serta fasilitas umum lainnya.