Wednesday, March 13, 2013

Satu Sumur untuk Satu Gedung, Antisipasi Jakarta Banjir dan Ambles

JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah saatnya gedung-gedung bertingkat di Provinsi DKI Jakarta memiliki sumur resapan dalam. Mengapa? Tercatat, mayoritas gedung-gedung bertingkat berlomba-lomba menggunakan air tanah untuk pengelolaannya. Akibatnya, persediaan air tanah di lapisan achiver (pasir) makin menipis.


Bahkan, menurut data Kementerian Negara Riset dan Teknologi dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (Ristek-BPPT), Jakarta defisit air tanah sebesar 66.65 juta m3 pada tahun 2005. "Ini harus kita bayar dan sangat lama sekali pastinya. Saya belum tahu kapan bisa terbayarkan," ujar Ketua Tim Ristek BPPT Teddy W Sudinda kepada Kompas.com di ruangannya, Jumat (9/10).

Salah satu solusinya adalah pembuatan sumur resapan di setiap bangunan di Jakarta. Tujuannya untuk mengisi kembali lapisan di dalam tanah dengan potensi air yang memadai. Pembuatan sumur resapan dangkal sebenarnya sudah diatur dalam perda untuk setiap pembangunan rumah atau gedung. Sayang, pelaksanaannya belum seperti harapan. Apalagi untuk resapan dalam.

Teddy mengatakan, sudah saatnya pembuatan sumur resapan dalam menjadi kewajiban untuk gedung-gedung perkantoran dan kompleks pusat perbelanjaan. Pada faktanya, gedung-gedung ini 'minum' sangat banyak. Lagi pula, pembuatan sumur resapan dalam yang menghabiskan biaya sekitar Rp 40 juta-Rp 60 juta akan lebih ringan bagi perusahaan ketimbang untuk rumah perorangan. Menurut Teddy, jika persediaan air tanah semakin menipis, permukaan tanah di Jakarta bisa terus menurun dan masalah banjir bisa makin parah.

Soal perbandingan jumlah sumur resapan dalam yang ideal dengan luas lahan gedung, menurut Teddy, tergantung pada limpasan air di masing-masing wilayah. Namun idealnya, setiap gedung di kawasan padat memiliki satu sumur resapan dalam. "Saya sarankan ini untuk kota besar. Di Jakarta, misalnya Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, semuanya gedung bertingkat dan sudah mengalami pengerasan. Di sini juga sudah diaspal. Coba lihat pada musim hujan, banyak limpasannya," tandasnya.

Hingga saat ini, gedung yang sudah memiliki sumur tipe ini masih bisa dihitung dengan jari, antara lain Gedung Ristek BPPT, Gedung Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kantor Astra Sunter. Bagaimana dengan gedung yang lain?

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/




DAFTAR ISI



No comments:

Post a Comment

komentar anda adalah masukan untuk kami,terima kasih